Apa yang anda takutkan akan Papua???

Kadang saya tersenyum sendiri manakala mengingat ketakutan saya akan Papua disaat mendekati hari-hari keberangkatan saya ke papua. Tahukah anda ?? bahwa saat saya menerima SK penempatan yang bertuliskan Jayapura, saya mendapatkan banyak sekali belas kasihan dari teman-teman "ih.. jauh sekali", "hati-hati disana, msh banyak kekerasan di Papua", "jangan lupa bawa kelambu dan autan sebanyak-banyaknya karena disana adalah sarangnya malaria", "aduh.. di sana harga barang sangat mahal, belilah sebanyak yang bisa kau bawa dari Sulawesi ke Papua".. itu adalah sebagian kata-kata dari teman dan keluarga yang bukannya membuat saya tenang, malah membuat saya semakin pusing (stress) saat akan ke Papua. Diperburuk lagi dengan tayangan-tayangan di tv yang menyorot tentang Papua yang sangat terpencil, suku-suku terasing, orang-orang dengan tingkat pendidikan yang masih sangat rendah, Koteka, kekerasan antar suku.

Pertama menginjakkan kaki di bandara sentani, Papua tidaklah sepanas yang saya bayangkan..dalam hati saya bersyukur karena semua ketakutan itu hilang. Saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taxi (rent car merck avanza) dari Bandara Sentani ke Abepura seharga Rp. 150rb, harga ini menurut saya sangat wajar (tidaklah mahal) karena yang namanya menggunakan kendaraan dari Bandara ke tempat tujuan, pastilah lebih mahal, jangankan di sini, di Makassarpun saya terbiasa membayar paling sedikit Rp. 100.000 bila menggunakan jasa kendaraan yang ada di bandara. Jadi..... dimanakah mahalnya???

Diperjalanan, saya langsung menyukai tempat yang baru ini, pemandangan di danau Sentani dapat saya nikmati di saat keluar dari bandara. Silahkan menghirup sebanyak-banyaknya udara di Papua, karena dijamin anda terbebas dari polusi yang membuat sesak dada.

Sekarang,, satu minggu sudah berlalu, saya masih hidup disini di tanah Papua dalam keadaan yang sangat sehat wal afiat. Harga-harga barang sebagian relatif sama dengan yang ada di Makassar, saya tidak lupa membawa kopi "Good Day" 1 pack (30 bgks) yang saya beli seharga Rp. 23.500/pack dari Makassar, namun di sini saya menemukan harga Rp.23.000/pack, dalam hati saya "dongkol" karena membawa stock dari Makassar yang sebenarnya membuat saya over bagasi dan berletih-letih membawanya hanya karena anggapan bahwa barang disini sangat mahal, ternyata malah lebih murah.

Saya membuat blog ini... agar kita bisa mencintai Papua dan tidak lagi takut pada tempat yang indah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Keluarga Pedesaan dan Perkotaan

Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota di Papua

Tugas Makalah : Pancasila Sebagai Kerangka Berpikir Budaya Bangsa